Melupakan Si Dia yang sudah bertahun-tahun bersama Anda memang tidak mudah. Apakah harus menelepon dia? Mencari yang baru? Atau menghilang dan pergi dari lingkungan Anda?
Baru putus hubungan memang fase yang tidak mengenakkan. Wajar jika Anda memutar otak untuk merasionalisasi perasaan Anda. Termasuk ketika otak Anda bertanya “coba saja waktu itu saya….” Berikut adalah tips yang sebaiknya dilakukan ketika hubungan telah berakhir.
Bersihkan segala hal yang mengingatkan tentang dia
Ketika orang-orang yang baru putus hubungan menghapus atau membuang barang-barang dari kekasih lamanya, itu bukanlah hal yang berlebihan. Ini adalah fase krusial untuk bisa melewati masa sulit untuk melupakan si dia. Singkirkan segala hal yang bisa mengingatkan Anda tentang dia, termasuk foto-foto dan hadiah (jika barang itu mahal, simpan di tempat tersembunyi hingga Anda bisa mengatasi perasaan Anda, atau berikan ke orang lain). Jika Anda biasa menyimpan namanya di urutan paling atas daftar kontak Anda,
ubah namanya sehingga tak langsung keluar.
Tentukan tujuan baru
Dunia belum berakhir jika kau putuskan aku, begitu lirik lagu tentang putus hubungan. Terkadang seseorang yang baru putus dari hubungan yang mendalam bisa mengalami depresi atau merasa tak memiliki tujuan. Namun, lihat sisi baiknya, ini adalah saat yang tepat untuk menjalani tantangan baru. Memang mungkin terasa berat, tapi ini justru saat yang tepat untuk menambah pengalaman dan pembelajaran baru. Daftar ikut kursus musik yang sejak lama ingin Anda ikuti, atau kursus masak, bahkan kursus bela diri yang ia selalu larang untuk ikuti. Memiliki tujuan di luar diri Anda sendiri bisa mengurangi waktu untuk mengasihani diri atau berlarut-larut dalam kesedihan. Siapa tahu Anda justru menemukan seseorang yang lain? Temukan sesuatu yang bisa membuat Anda bersemangat untuk bangun di pagi hari.
Keluar kota
Mengubah setting kehidupan di sekitar Anda bisa membantu untuk mengangkat semangat. Cobalah untuk mengunjungi tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi sejak lama namun belum sempat. Ajak teman-teman atau keluarga untuk bersenang-senang, traveling ke perkebunan, atau berjalan-jalan ke pantai sambil menikmati spa. Anda akan terstimulasi untuk menikmati alam sekitar daripada berlarut-larut dalam kenangan dahulu.
Ciptakan memori baru
Bahkan dengan flirting sekilas dengan rekan sekerja atau pelayan di restoran langganan bisa mengalihkan pikiran Anda dari Si Dia. Belum merasa ingin bermain-main dengan perasaan itu? Cobalah menggali hubungan lebih dalam dengan keluarga. Entah itu dengan keponakan, dengan adik atau kakak yang selama ini terabaikan, mungkin dengan orangtua yang sudah lama tak dihubungi, atau dengan teman lama dari kuliah atau SMA.
Rayakan masa lajang Anda!
Memang tak mudah untuk menjadi orang yang baru saja putus hubungan. Tetapi jika ditilik lebih dalam, bila memang Si Dia bukan jodohnya bukankah lebih baik melajang saja? Untuk merayakan kelajangan ini, bersenang-senanglah dengan teman-teman Anda dan masuki hidup dengan penuh optimis daripada tenggelam dalam kesedihan.
Sabtu, 26 September 2009
Kemaren Putus, Sekarang ?
Diposting oleh dana satria di 18.27 0 komentar
Selasa, 15 September 2009
Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan dia keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi ia dengan IMAN…
Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah Ada
Tuk khilaf yg sempat terucap…
Satukan tangan,satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Hari telah berganti
Bulan nan Fitri kan menjelang
Mohon maaf atas segala kesalahan
Selamat Idul Fitri 1430H
Taqobalallahu minna wa minkum
Shiyamana Wa Shiyamakum
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir & Bathin
Di hari kemenangan ini marilah kita padukan keikhlasan untuk saling memaafkan …
Diposting oleh dana satria di 03.37 0 komentar
Kamis, 10 September 2009
Oase Tugu Muda Semarang

Sabtu, 9 Mei 2009, Jarum jam sudah neunjukkan pukul 21.15 WIB. Air Mancur yang memancar dari dari 14 titik semburan setinggi 30 meter sudah dihentikan. Namun para muda-mudi masih belum beranjak dari tempat itu.
Mereka terus saja duduk-duduk di sekitar kolam, maupun di atas rerumputan. Beberapa hari terakhir, bundaran Tugumuda hampir selalu dipenuhi pengunjung, khususnya pada malam hari. Berbagai aktivitas dilakukan masyarakat di tempat tersebut. Mulai dari sekadar nongkrong, jalan-jalan, hingga berfoto di sekitar taman. Tak jarang pula, terlihat anak-anak berlari dan bermain bebas di tempat itu.
Di senja hari, juga banyak muda-mudi Semarang yang mengahbiskan waktu di sini. Tempat ini semakin banyak difungsikan oleh publik, seperti pengambilan foto dalam pre wedding, diskusi para mahasiswa atau tempat kongkow-kongkow para komunitas-komunitas kecil di Semarang.
Pesona yang Memancar
Kini, taman tuga muda tidak lagi sepi dan berbau apek dari air kolam. Dalam sebulan terakhir pesona Tugu Muda kian memancar. Lampu sorot terang benderang menyorot awak tugu muda yang gagah.
Selain itu, taman tertata apik dengan tanaman berbunga baru, air mancur dengan 14 semburan setinggi 30 meter menambah eksotisme monumen pengingat Pertempuran Lima Hari di Semarang era perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dulu.
Kawasan tugu akhir-akhir ini semakin menandaskan sebgai tempat wisata keluarga, di sekelilingnya banyak bangunan-bangunan yang menarik untuk dikunjungi. Ada Gedung Lawangsewu dengan arsitekturnya yang khas Eropa. Di seberangnya ada Gereja Katedral dan Museum Mandala Bakti.
Bergeser sedikit ada Wisma Perdamaian, Pasar Bulu dan juga Gedung Pandanaran, yang lantai pertamanya terdapat perpustakaan umum dan semua tempat-tempat itu layak di kunjungi oleh masyarakat.
Oase Baru
Bagi remaja-remaja Semarang dengan pembaharuan taman ini menjadi daya tarik sendiri, Yosi Oktianto misalnya, bocah berusia 9 tahun ini tampak terus berlari mengitari sekitar taman beserta kakak dan adik sebayanya besama keluarga, sesekali mereka mendekati kolam ingin merasakan tempias air mancur. Bersama teman-temannya Yosi seolah mendapatkan oase kebebasan bermian baru di tempat tebuka.
“Di sini tempatnya indah, dan asyik untuk bermain anak-anak. Di Semarang sekarang jarang ada tampat terbuka seperti ini, kalaupun ada tempat bermain sekarang harus bayar dulu,” sekian dulu bro....ceritaku hari ini ...oke Trimzz
Diposting oleh dana satria di 00.40 2 komentar
Bila Bahasa Menyulam Makna
Em.. mengapa aku berubah sikap, mungkin yang lain tidak menyedarinya, namun perkara ini secara tidak langsung memberi aku persoalan yang bertalu-talu untuk aku sendiri yang menjawabnya. Kerana ia berlaku secara dalaman, mungkin aku masih dapat mengawalnya. Memang betul, kejayaan itu memerlukan kesungguhan dan keseriusan dalam menghadapinya. Bukan apa, sejak akhir-akhir ini mungkin hasil daripada doaku dan juga kalian, fikiranku banyak berubah. Aku banyak mempersoalkan siapakah diriku yang sebenar. Sehinggakan kejadian tempoh hari, sahabat-sahabat mahupun abang-abang yang sentiasa menjadi contoh dan teladan mengatakan “aku sedang merajuk” Jawapan ku mudah, aku bukan merajuk dengan apa yang berlaku, tapi aku keliru siapa aku yang sebenarnya. Itu sahaja.
Namun, tiada ucapan yang dapat ku ukirkan tatkala anda semua begitu prihatin terhadap keadaan diriku. Jasa baik dan pengorbanan kalian menahan kesabaran dengan karenah yang aku pun tidak faham mengenai diriku sendiri di atas segala kelakuan yang dan tutur kata yang menghiasi suasana. Mungkin inilah proses kematangan yang mula hadir dalam pemikiran, namun dari segi perbuatan, aku pun tidak tahu bagaimanakah tingkah laku seorang yang matang. Kata seorang senior “Jadilah diri sendiri” . Ya, aku akan jadi diri aku sendiri, ibarat kata Pak Lah “Saya Punya Cara Sendiri” hehehe..
Diposting oleh dana satria di 00.23 0 komentar
Kamis, 03 September 2009
Penyebab Stres yang Tak Terungkap
Memang tak disebutkan di kontrak kerja, namun stres adalah bagian dari semua pekerjaan. Sebuah survei yang diadakan oleh www.careerbuilder.com menyatakan, sebanyak 78 persen pekerja mengalami stres dan kelelahan di tempat kerjanya. Lho kok?
Memang ada faktor-faktor yang jelas bisa menambahkan tingkat stres, seperti tuntutan pekerjaan, deadline yang mengimpit setiap waktu, dan atasan yang terus-terusan meminta lebih. Namun, ada pula hal-hal yang tak terlalu kelihatan dan bisa bikin stres. Dan hal-hal inilah yang menimbulkan pengalaman dan perasaan negatif di tempat kerja yang menyebabkan kelelahan berlebihan di tempat kerja.
Ukur tingkat stres
Dalam buku terbarunya yang berjudul Overworked, Overwhelmed, and Underpaid, Louis Barajas menunjukkan beberapa tanda jika Anda mengalami kelelahan dan stres berat, yakni;
*Anda bekerja lebih dari 40 jam per minggu.
*Anda berpikiran serius untuk berhenti bekerja atau mencoba mencari pekerjaan baru setidaknya sekali di bulan lalu.
*Anda pernah lalai setidaknya sekali deadline penting dalam 6 bulan terakhir.
*Anda menunda cek rutin ke dokter karena Anda tak pernah punya waktu senggang atau pun uang untuk pergi.
*Anda merasa stres dan merasa tak aman dengan keuangan Anda dari pada 5 tahun lalu.
Penyebab stres tersembunyi
Beberapa faktor yang berkontribusi pada tingkat stres tak selalu berbentuk nyata, seperti rekan kerja atau manajer, ataupun tumpukan pekerjaan yang tak terselesaikan di meja. Namun, elemen-elemen ini juga meningkatkan level stres Anda, antara lain adalah;
1. Memikirkan masalah pekerjaan ke rumah dan membiarkannya mengganggu kehidupan personal Anda. Anda mungkin sulit membatasi antara pekerjaan dan hal di rumah. Ketika pekerjaan mulai sibuk, kehidupan profesional bisa merasuki kehidupan personal Anda. Jika ketidakseimbangan ini mencapai kembali ke kehidupan pekerjaan Anda, akan terjadi sebuah lingkaran setan.
2. Tak memiliki waktu untuk berlibur atau bekerja saat berlibur. Jika Anda tak bisa benar-benar melepaskan diri dari pekerjaan, Anda tak akan bisa benar-benar merasakan keuntungan beristirahat dan rileksasi. Jika perusahaan Anda sedang mengalami kesulitan dan terjadi pengurangan karyawan, maka Anda harus kerja ekstra keras, dan perusahaan tak akan mengijinkan Anda untuk berlibur.
3. Kompetisi antarpekerja dan gosip. Ini bisa jadi tantangan untuk bisa menggapai tujuan dan tenggat waktu pekerjaan yang sedang Anda kerjakan. Namun, jika Anda berada dalam lingkungan kerja yang penuh kompetisi, Anda juga harus mewaspadai rekan kerja Anda. Jika Anda adalah target gosip yang beredar di kantor, atau berada dalam sebuah perebutan kekuasaan, tingkat stres Anda bisa melebihi atap kantor.
4. Merasa tak dianggap. Kebanyakan pekerja tak merasa dianggap penting oleh tempat kerja mereka. Tentu, kompensasi dan fasilitas adalah sebuah pengenalan dan apresiasi atas hasil kerja Anda. Namun, hanya sedikit kata “terima kasih” atau foto bahwa Anda adalah karyawan terbaik bulan ini lupa dipajang, membuat para pekerja merasa hasil kerja mereka hanya sia-sia.
Diposting oleh dana satria di 07.59 0 komentar