
Sedih, luka, senang dan bahagia adalah sifat manusiawi yang pasti pernah dan akan dirasakan setiap manusia. Rasa sedih memang menyakitkan, tapi tanpa rasa sedih tidak akan sempurna sebuah kebahagiaan. Rasa sedih dan sesal akan memberikan jawaban atas kesalahan yang dilakukan. wajar kalau kita sedih kemudian menangis, tapi menangis bukan berarti cengeng, menangis merupakan pelampiasan atas ketidak kuatan diri menahan ketidakpuasan, dan dari tangisan ini akan lahir harapan yang akan mengubah kehidupan.
Kegagalan dan Kesedihan merupakan jalan menuju kematangan. Tanpa rasa sedih tak ada artinya kebahagiaan dan tanpa kegagalan takan sempurna suatu kepuasan. Dalam setiap detik rasa sedih dan bahagia seperti berlomba bagai mencari mahkota dari jiwa, bahkan tak heran kalau orang yang baru saja tertawa kemudian menangis dan dari yang menangis menjadi tertawa, Karena disetiap hembus waktu kita terdapat detik-detik yang selalu berubah dan membalikan keadaan begitu cepatnya. Tak salah kalau pujangga berkata “Hidup itu bagaikan sebuah roda, kadang diatas dan kadang dibawah ”.
Menyikapi rasa sedih dan putus asa bagaikan meloncat dari gedung tinggi yang terbakar, apabila hanya diam rasa panas akan menerkam tubuh tapi apabila meloncat kita akan hancur. Ketika seseorang dalam keadaan sedih seakan rasa sakit hanyalah miliknya, dan tanpa ia sadari bahwa dibalik kesedihanya pasti akan ada kebahagiaan yang siap menyambutnya. Seseorang yang berjiwa kesatria pasti akan mengambil hikmah dari setiap keadaan, karena dia tahu semua kejadian adalah rasa cinta dari yang maha kuasa, Sehingga orang yang berjiwa kesatria selalu membuat rasa sedih itu sebagai kunci keberhasilanya dan dia tidak larut dalam kesedihan.
Kesedihan adalah cikal bakal dari keputusasaan. Seseorang dalam keadaan sedih yang mendalam akan membuat hidupnya hanya terarah pada masalah tersebut, sehinggga masalah lain terbengkalai, bahkan malah akan menimbulkan masalah yang lain, sehingga orang tersebut akan merasa sangat tertekan dan menuju keputus asaan dalam hidup.
Orang yang merasakan keadaan yang tidak mengenakan patunya merasa sedih, dan tidak wajar kalau seorang yang bersedih itu malah tertawa, dan yang paling berjiwa kesatria adalah orang yang sedih tapi dia ingin orang lain tidak ikut dalam kesedihanya, tapi salah juga kalu orang yang menutupi kesedihan tetapi ia semakin terluka dan tersiksa.
Ada baiknya orang yang bersedih mencurahkan seluruh isi hatinya kepada orang yang ia percaya dan merasa nyaman didekatnya, dan yang paling penting adalah tumpahkan seluruh isi hati kita kepada sang pembolak – balik hati yaitu Allah ilahi rabbi.
Rabu, 27 Januari 2010
tears......???
Diposting oleh dana satria di 01.26 0 komentar
Susahnya Cari Inspirasi

Inspirasi ?, Ya.. kata ini yang selalu menjadi alasan penghambat seseorang dalam berkreasi. Kata inspirasi memang sangat erat kaitanya dengan kehidupan sehari - hari, tanpa kata yang satu ini orang susah untuk berekspresi. Dan Karena susahnya inspirasi ini juga yang membuat saya menulis artikel yang sedang anda baca ini. Inspirasi kadang datang sendiri dengan cara tiba-tiba, tapi tak jarang juga ketika dibutuhkan justru inspirasi sulit dicari seperti menghilang entah kemana. Tidak heran jika seseorang mencari inspirasi sampai pergi jauh ketempat yang dianggapnya dapat menimbulkan sebuah ide atau gagsan yang berharga. Bahkan tak jarang orang yang rela mengeluarkan biaia untuk mencari sebuah kata berharga yang sangat mahal ini.
Kata inspirasi seperti bersinergi dengan kata Inovasi . Karena dari inspirasi akan muncul sebuah kunci yang akan membuka gerbang inovasi, dan dari inovasi inilah akan lahir sebuah prestasi. Hal Ini membuktikan bagaimana penting dan berharganya inspirasi. Inspirasi memang harus dicari, jika kita hanya berdiam diri maka jangan harap sebuah inspirasi akan menghampiri.Lalu bagaimana kita mencari inspirasi?. Sangatlah banyak cara untuk merangsang hal yang satu ini, kebanyakan orang mencari inspirasi dengan 3M yaitu Membaca, Melihat dan Merasakan.
Point yang pertama yaitu membaca, membaca adalah kebutuhan yang harus dimiliki setiap manusia, karena dengan membaca akan membuka wawasan dan tentunya menambah pengetahuan. Membaca bukan berarti hanya membaca sederet tulisan yang disusun menjadi sebuah kata, tetapi membaca juga bisa berarti membaca situasi dan kondisi. Ketika kita sudah bisa membaca suatu situasi dan kondisi, maka kita akan bisa masuk kedalam situasi tersebut sehingga dapat mengambil asumsi, dan dari asumsi ini akan lahir sebuah inspirasi.
Yang kedua adalah melihat, Untuk memunculkan sebuah inspirasi dengan cara yang satu ini, kita bisa melihat sesuatu yang menyegarkan jiwa dan fikiran kita. karena jika jiwa dan fikiran kita fresh maka inspirasi akan datang dengan begitu mudahnya.
Dan Yang terakhir adalah merasakan. Merasakan selalu dikaitkan dengan 2 panca indra perasa yang kita milki, yaitu kulit dan lidah. Memang benar dengan kita menggunakan baik kedua indra perasa tersebut akan ada banyak inspirasi yang akan kita dapatkan, tetapi jika kita merasakanya hanya dengan kedua indra tersebut saja maka yang akan kita dapatkan adalah hal-hal yang nyata saja, jika kita mencicipi sebuah makanan yang lezat maka respon lidahpun hanya akan merasakan nikmat dan lezatnya makanan tersebut saja. Beda halnya jika kita menggunakan indra perasa yang paling sensitif dan terjaga diri kita, kita tidak akan hanya merasakan realnya saja tapi kita akan merasakan makna dari hal yang kita rasakan. makanan yang tidak enak pun akan terasa lezat, yang sedikit akan terasa banyak dan yang tidak nyamanpun akan terasa nyaman. Tetapi indra yang satu ini hanya akan terasa begitu sempurna jika kita memagarinya dengan takwa. Inilah sumber inspirasi yang paling hakiki yaitu “sang raja diri” hati.
Diposting oleh dana satria di 01.25 0 komentar
Kegagalan dan harapan

Kehidupan kadang tak sekeras yang kita bayangkan dan tak semudah yang kita pikirkan. Sekeras - kerasnya kehidupan tak akan melampaui batas ketabahan, dan semudah-mudahnya kehidupan tak akan semudah memutarkan kapal dari haluan. menjalani kehidupan memang sangat melelahkan dan mengerikan jika kita mengaggap kehidupan sebagai suatu masalah, akan tetapi kehidupan akan terasa indah dan bahagia jika kita menganggapnya sebagai anugerah.
Dalam menjalani kehidupan, kita seakan - akan dihadang oleh kegagalan dan kekecewaan. Akan tetapi kegagalan akan membawa kita kedalam sebuah kemenangan dan kebahagiaan, dan kegagalan seiring waktu akan menyatu dengan organ dalam diri dan berubah menjadi pikiran untuk mengantisipasi kejadian yang sama terulang kembali.
Kegagalan akan menjadi pengalaman yang terekam dan bersemedi dalam diri. Dan dari pengalaman inilah kita bisa mengubah sebuah kegagalan dengan keberhasilan dan mengubah kekecewaan menjadi kebahagiaan. Tak heran jika orang berkata “Pengalaman adalah guru yang sangat berharga”, memang begitu keadaanya. Karena dari pengalamanlah kita bisa menjadi lebih dewasa dan menjadi kesatria yang jauh dari putus asa.
Lalu bagi mana kita mencegah putus asa karena kegagalan ?. Kegagalan merupakan cikal bakal menuju keputus asaan, jika kita tidak menemukan sebuah harapan. Karena putus asa adalah hilangnya harapan dan keinginan untuk mencapai suatu tujuan. maka lahirkanlah harapan karena dari harapanlah kita bisa bangkit dari keterpurukan dan kekecewaan. Akan tetapi harapan jangan sebatas berharap, karena jika hanya berharap hanya akan ada lamunan dalam keputus asaan. Maka buatlah sebuah harapan dan wujudkanlah harapan tersebut..
Diposting oleh dana satria di 01.23 0 komentar
Kemanakah suara hati ?

suara-hatiKebohongan, dusta dan kejahatan kata-kata telah mencemari hati setiap orang dibumi ini. tak ada peranannya lagi segumpal daging yang dinamakan hati dan tak adalagi keindahan keadilan, yang ada hanyalah keserakahan untuk mencukupi kepuasan nafsu semata. Kadang pemikiran yang bersih sering terkontaminasi oleh keserakahan duniawi dimasa moderenisasi ini.
Kebohongan sering dianggap benar dan kebenaran selalu tertindas oleh garangnya kebohongan. Pada keadaan seperti ini apa yang harus kita perbuat ? Apakah kita hanya terdiam ketika melihat seseorang yang bersuara tentang kekecewaan terhadap “pelayanan”, malah di hempaskan kedalam jeruji besi tak pandang pria ataupun wanita, Ataukah kita malah bangga ketika kita terpecah oleh dusta petinggi yang mementingkan kekuasaan semata dan apakah perbedaan yang tak berarti harus dijadikan sebagai ajang pemberontakan. Tentu saja kita sebagai orang yang mempunyai hati nurani tak akan sanggup melihat keadaan yang sangat memprihatinkan ini.
Sampai kapan kita akan terus didera keadaan memilukan ini, sampai kapan kita akan didera konflik yang berkepanjangan akibat hitamnya hati penguasa ? Entahlah, tak ada satu orangpun yang tahu akan hal ini, yang jelas negeri ini sedang dilanda krisis keadilan yang berkepanjangan, dimana disetiap penjuru negeri hanya terdengar dusta dan disetiap hembus napas hanya tercium aroma kemunafikan. Lantas apakah keadilan akan tegak dinegeri ini ? Nampaknya terasa sulit bahkan mustahil jika kita melihat keadaan sekarang yang bersuara bukan dengan suara hati.
Lalu kemanakah suara hati yang sepertinya telah punah dihantam erosi harga diri ? Kemanakah kebenaran yang harusnya menjadi kunci keadilan dizaman “edanisasi” ini ? entah dimana mereka berada, yang jelas mereka bersembunyi dan takut untuk keluar sebab dihadang kokohnya tembok kebohongan. Akibatnya kebingungan selalu menghantui kita saat mengambil sebuah keputusan diantara dua pilihan, dengan penuh rasa kebingungan kita bertanya-tanya yang salah yang mana ? yang benar yang mana ? Yang buruk yang mana ? dan yang baik ada dimana ? Jelas sudah bahwa kebaikan tak akan pernah menang dan keadilan tak akan pernah terdengar lagi jika yang kita suarakan adalah kebohongan, jika yang kita perjuangakan adalah kepalsuan dan jika yang kita hormati adalah sang pemonopoli keadilan.
Diposting oleh dana satria di 01.21 0 komentar