Rabu, 27 Januari 2010

Kemanakah suara hati ?


suara-hatiKebohongan, dusta dan kejahatan kata-kata telah mencemari hati setiap orang dibumi ini. tak ada peranannya lagi segumpal daging yang dinamakan hati dan tak adalagi keindahan keadilan, yang ada hanyalah keserakahan untuk mencukupi kepuasan nafsu semata. Kadang pemikiran yang bersih sering terkontaminasi oleh keserakahan duniawi dimasa moderenisasi ini.

Kebohongan sering dianggap benar dan kebenaran selalu tertindas oleh garangnya kebohongan. Pada keadaan seperti ini apa yang harus kita perbuat ? Apakah kita hanya terdiam ketika melihat seseorang yang bersuara tentang kekecewaan terhadap “pelayanan”, malah di hempaskan kedalam jeruji besi tak pandang pria ataupun wanita, Ataukah kita malah bangga ketika kita terpecah oleh dusta petinggi yang mementingkan kekuasaan semata dan apakah perbedaan yang tak berarti harus dijadikan sebagai ajang pemberontakan. Tentu saja kita sebagai orang yang mempunyai hati nurani tak akan sanggup melihat keadaan yang sangat memprihatinkan ini.

Sampai kapan kita akan terus didera keadaan memilukan ini, sampai kapan kita akan didera konflik yang berkepanjangan akibat hitamnya hati penguasa ? Entahlah, tak ada satu orangpun yang tahu akan hal ini, yang jelas negeri ini sedang dilanda krisis keadilan yang berkepanjangan, dimana disetiap penjuru negeri hanya terdengar dusta dan disetiap hembus napas hanya tercium aroma kemunafikan. Lantas apakah keadilan akan tegak dinegeri ini ? Nampaknya terasa sulit bahkan mustahil jika kita melihat keadaan sekarang yang bersuara bukan dengan suara hati.

Lalu kemanakah suara hati yang sepertinya telah punah dihantam erosi harga diri ? Kemanakah kebenaran yang harusnya menjadi kunci keadilan dizaman “edanisasi” ini ? entah dimana mereka berada, yang jelas mereka bersembunyi dan takut untuk keluar sebab dihadang kokohnya tembok kebohongan. Akibatnya kebingungan selalu menghantui kita saat mengambil sebuah keputusan diantara dua pilihan, dengan penuh rasa kebingungan kita bertanya-tanya yang salah yang mana ? yang benar yang mana ? Yang buruk yang mana ? dan yang baik ada dimana ? Jelas sudah bahwa kebaikan tak akan pernah menang dan keadilan tak akan pernah terdengar lagi jika yang kita suarakan adalah kebohongan, jika yang kita perjuangakan adalah kepalsuan dan jika yang kita hormati adalah sang pemonopoli keadilan.

Posting Komentar

0 komentar:

Admin Control Panel

| New Post | Edit Post | Setting | Edit Layout | Edit HTML | Sign Out

By : Dana Satria
Notification
Chat

Chat

Sekilas Info