Rabu, 27 Januari 2010

tears......???



Sedih, luka, senang dan bahagia adalah sifat manusiawi yang pasti pernah dan akan dirasakan setiap manusia. Rasa sedih memang menyakitkan, tapi tanpa rasa sedih tidak akan sempurna sebuah kebahagiaan. Rasa sedih dan sesal akan memberikan jawaban atas kesalahan yang dilakukan. wajar kalau kita sedih kemudian menangis, tapi menangis bukan berarti cengeng, menangis merupakan pelampiasan atas ketidak kuatan diri menahan ketidakpuasan, dan dari tangisan ini akan lahir harapan yang akan mengubah kehidupan.

Kegagalan dan Kesedihan merupakan jalan menuju kematangan. Tanpa rasa sedih tak ada artinya kebahagiaan dan tanpa kegagalan takan sempurna suatu kepuasan. Dalam setiap detik rasa sedih dan bahagia seperti berlomba bagai mencari mahkota dari jiwa, bahkan tak heran kalau orang yang baru saja tertawa kemudian menangis dan dari yang menangis menjadi tertawa, Karena disetiap hembus waktu kita terdapat detik-detik yang selalu berubah dan membalikan keadaan begitu cepatnya. Tak salah kalau pujangga berkata “Hidup itu bagaikan sebuah roda, kadang diatas dan kadang dibawah ”.

Menyikapi rasa sedih dan putus asa bagaikan meloncat dari gedung tinggi yang terbakar, apabila hanya diam rasa panas akan menerkam tubuh tapi apabila meloncat kita akan hancur. Ketika seseorang dalam keadaan sedih seakan rasa sakit hanyalah miliknya, dan tanpa ia sadari bahwa dibalik kesedihanya pasti akan ada kebahagiaan yang siap menyambutnya. Seseorang yang berjiwa kesatria pasti akan mengambil hikmah dari setiap keadaan, karena dia tahu semua kejadian adalah rasa cinta dari yang maha kuasa, Sehingga orang yang berjiwa kesatria selalu membuat rasa sedih itu sebagai kunci keberhasilanya dan dia tidak larut dalam kesedihan.

Kesedihan adalah cikal bakal dari keputusasaan. Seseorang dalam keadaan sedih yang mendalam akan membuat hidupnya hanya terarah pada masalah tersebut, sehinggga masalah lain terbengkalai, bahkan malah akan menimbulkan masalah yang lain, sehingga orang tersebut akan merasa sangat tertekan dan menuju keputus asaan dalam hidup.

Orang yang merasakan keadaan yang tidak mengenakan patunya merasa sedih, dan tidak wajar kalau seorang yang bersedih itu malah tertawa, dan yang paling berjiwa kesatria adalah orang yang sedih tapi dia ingin orang lain tidak ikut dalam kesedihanya, tapi salah juga kalu orang yang menutupi kesedihan tetapi ia semakin terluka dan tersiksa.

Ada baiknya orang yang bersedih mencurahkan seluruh isi hatinya kepada orang yang ia percaya dan merasa nyaman didekatnya, dan yang paling penting adalah tumpahkan seluruh isi hati kita kepada sang pembolak – balik hati yaitu Allah ilahi rabbi.

Posting Komentar

0 komentar:

Admin Control Panel

| New Post | Edit Post | Setting | Edit Layout | Edit HTML | Sign Out

By : Dana Satria
Notification
Chat

Chat

Sekilas Info