Kamis, 10 September 2009

Oase Tugu Muda Semarang



Sabtu, 9 Mei 2009, Jarum jam sudah neunjukkan pukul 21.15 WIB. Air Mancur yang memancar dari dari 14 titik semburan setinggi 30 meter sudah dihentikan. Namun para muda-mudi masih belum beranjak dari tempat itu.

Mereka terus saja duduk-duduk di sekitar kolam, maupun di atas rerumputan. Beberapa hari terakhir, bundaran Tugumuda hampir selalu dipenuhi pengunjung, khususnya pada malam hari. Berbagai aktivitas dilakukan masyarakat di tempat tersebut. Mulai dari sekadar nongkrong, jalan-jalan, hingga berfoto di sekitar taman. Tak jarang pula, terlihat anak-anak berlari dan bermain bebas di tempat itu.

Di senja hari, juga banyak muda-mudi Semarang yang mengahbiskan waktu di sini. Tempat ini semakin banyak difungsikan oleh publik, seperti pengambilan foto dalam pre wedding, diskusi para mahasiswa atau tempat kongkow-kongkow para komunitas-komunitas kecil di Semarang.

Pesona yang Memancar
Kini, taman tuga muda tidak lagi sepi dan berbau apek dari air kolam. Dalam sebulan terakhir pesona Tugu Muda kian memancar. Lampu sorot terang benderang menyorot awak tugu muda yang gagah.

Selain itu, taman tertata apik dengan tanaman berbunga baru, air mancur dengan 14 semburan setinggi 30 meter menambah eksotisme monumen pengingat Pertempuran Lima Hari di Semarang era perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dulu.

Kawasan tugu akhir-akhir ini semakin menandaskan sebgai tempat wisata keluarga, di sekelilingnya banyak bangunan-bangunan yang menarik untuk dikunjungi. Ada Gedung Lawangsewu dengan arsitekturnya yang khas Eropa. Di seberangnya ada Gereja Katedral dan Museum Mandala Bakti.

Bergeser sedikit ada Wisma Perdamaian, Pasar Bulu dan juga Gedung Pandanaran, yang lantai pertamanya terdapat perpustakaan umum dan semua tempat-tempat itu layak di kunjungi oleh masyarakat.

Oase Baru
Bagi remaja-remaja Semarang dengan pembaharuan taman ini menjadi daya tarik sendiri, Yosi Oktianto misalnya, bocah berusia 9 tahun ini tampak terus berlari mengitari sekitar taman beserta kakak dan adik sebayanya besama keluarga, sesekali mereka mendekati kolam ingin merasakan tempias air mancur. Bersama teman-temannya Yosi seolah mendapatkan oase kebebasan bermian baru di tempat tebuka.

“Di sini tempatnya indah, dan asyik untuk bermain anak-anak. Di Semarang sekarang jarang ada tampat terbuka seperti ini, kalaupun ada tempat bermain sekarang harus bayar dulu,” sekian dulu bro....ceritaku hari ini ...oke Trimzz

Posting Komentar

2 komentar:

daniezha yank mengatakan...

Heheheee, meskipun diriku asli Semarang. Nggak pernah kepikiran buat poto2 di Tugu Muda. :P

dana satria mengatakan...

semarangnya mana daniezha yank.....
and thank so comment...
sekarang mah semarang dah berantakan kayak gak ada yang ngrumat......hehhehh

Admin Control Panel

| New Post | Edit Post | Setting | Edit Layout | Edit HTML | Sign Out

By : Dana Satria
Notification
Chat

Chat

Sekilas Info